Senin, 13 April 2015

Ibu-Ibu Sedang Belanja Ikan Bandeng............

Testimoni

Testimoni
Komentar dari mbak Ariyanti (sauskecap.com) - Meskipun bandeng presto bisa didapatkan di mana saja, tetapi rasanya lebih afdol kalau makan bandeng presto khas Semarang. Seperti pempek, makan pempek Palembang tentu rasanya lebih mantap daripada makan pempek Jogja. Rasanya mungkin tidak terlalu berbeda, tetapi kemantapan dan kepuasan hati yang membuatnya terasa lebih.
Produk BandengPresto.net memiliki ketahanan 3 bulan bila disimpan di luar ruangan yang mana dalam jangka waktu 3 bulan tersebut, produk kami akan tetap lezat ketika akan diolah dan disantap.
Bandeng Presto Juwana Testimoni
Wahyu – Wah, bandeng presto Juwana itu udah jadi makanan sehari-hari saya. Maksud saya sehari-hari, karena memang kalau lagi pingin tinggal beli aja, wong tinggal di Semarang.
Yah, jangan terprovokasi dulu. Pesen aja dulu, kalau enak bilang temen-temennya yang lain. Kalau gak enak? Ah, pasti enak deh!
Tekun – Gimana ya? Saya ini orang Purwodadi, jadi ya bandeng presto itu juga saya sering makan. Khas Semarang gitu loh! Apalagi kalau memang lagi pengen ngoleh-ngolehi, ya saya beli bandeng presto Juwana buat keluarga di rumah.

·        BandengPresto.net
Kandungan Gizi Ikan Bandeng Lebih tinggi 
dari Ikan Salmon?



1. Ada fakta menarik yang mulai di ungkap oleh media baik media elektronika maupun media cetak, terkait kandungan ikan salmon dan ikan bandeng. 

Bandeng (Chanos chanos Forsskål) adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (bersama enam genus tambahan dilaporkan pernah ada namun sudah punah). Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai ikan bolu, dan dalam bahasa Inggris : milkfish)

Ikan Bandeng ditengarai memiliki kandungan gizi yang jauh lebih baik dibandingkan ikan Salmon yang mendunia itu. Kandungan Omega-3 ikan Bandeng ternyata enam kali lebih tinggi dibandingkan ikan Salmon. Dan, kandungan lemak ‘sehat’ dalam perut ikan bandeng juga cukup tinggi sehingga bisa menjadi pilihan terbaik ikan konsumsi 

Sebagaimana kita ketahui selama ini ikan Salmon dianggap memiliki kandung Omega-3 tertinggi. Sebaliknya, ikan Bandeng dianggap sebagai ikan biasa–biasa saja. Tak sehebat ikan Salmon yang begitu banyak diperbincangkan perihal keunggulannya. Akibatnya harga ikan Salmon harganya menjadi sangat mahal (lebih dari Rp. 400.000,- per kilogramnya) dan hanya dijual di supermarket besar dan untuk segmen pasar menengah atas. 

Fakta sebaliknya, justru terjadi pada ikan Bandeng. Meskipun potensi gizinya lebih baik dan budidaya produksinya lebih mudah. Ternyata, citra ikan Bandeng justru terpuruk dan berada di bawah. Ikan Bandeng justru dikenal sebagai ikan murahan yang dikesankan sebagai ikan ‘berbahaya’ kalau dimakan karena banyak durinya. 

Indonesia sebagai salah satu negara produsen terbesar ikan Bandeng. Selama ini hanya dikenal sebagai eksportir ikan Bandeng untuk umpan pemancingan ikan Tuna yang harganya tentu murah. Tidak lebih dari itu. Mengenaskan memang!


Tabel Komposisi Kimia Bandeng

Jenis
Jumlah
Fat
0.06%
Protein
20.38 %
Phosphorus
53 mg %
Manganese
19.19 mg %
Sodium
12.0 mg %
Calcium
4.89 mg %
Pottassium
0.38 mg %
Omega-3
14.2 %
Lioleic Acid
1.25 %
Eicosapentanoic Acid (EPA)
3.39 %
Decosahexanoic Acid (DHA)
9.48 %
Energy
820.60 cal
Sumber: Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan, 1996


FAKTA


Berdasarkan Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (1996), Kandungan omega-3 pada ikan bandeng 14,2% melebihi kandungan omega-3 pada ikan salmon (2,6%), ikan tuna (0,2%) dan ikan sarden/mackerel (3,9%), dengan kandungan protein yang tinggi dari bandeng(20.38%).
Selain itu ikan bandeng juga mengandung asam folat tinggi dan vitamin B 6 dan B 12 yang sangat dibutuhkan oleh janin. Selain itu karena tingginya kandungan omega 3 bandeng, konsumsi rutin ikan bandeng juga sangat efektif untuk mencegah penyakit jantung koroner dan arteriosklerosis


Dengan fakta terbaru ini mulai sekarang hendaklah kita jangan memandang dan menilai sesuatu hanya dari sebelah mata atau hanya karena harga yang murah dan kurang populer sehingga pola pikir kita terbangun hanya dari opini akibat gencarnya propaganda atau promosi. 
2. Sudah beberapa bulan terakhir saya mendapatkan informasi mencengangkan : Kandungan omega 3 dan 6 ikan bandeng (Milkfish) katanya 6 kali lebih tinggi dibanding Ikan salmon !!

Sebagai orang Indonesia, yang memang penghasil milkfish terbesar di dunia, juga export bandeng terbesar di dunia, pastinya saya merasa senang. Bandingkan dengan ikan premium macam salmon, ternyata katanya sekali lagi bandeng 6 kali lebih tinggi kandungan Omega 3 dan 6 -nya. Otomatis lebih mudah dan murah mendapatkan asupan Omega 3 yang penting bagi perkembangan otak dan regenerasi sel darah, juga Omega 6 untuk mencegah pengentalan darah, kolesterol dan asam urat, hanya melalui ikan bandeng yang punya harga beli cuman seper sepuluh dari ikan Salmon.

Walau berasa sangat ingin menelan mentah mentah informasi ini, sebagai orang yang selalu percaya berdasarkan fakta, saya mencoba melakukan sedikit digital-forensic based on Om Google, untuk memperkuat informasi ini.

Sebelum lanjut ini beberapa link yang meng-klaim bandeng lebih baik dari salmon :

1.  http://www.thecrowdvoice.com/post/fakta-ikan-bandeng-vs-ikan-salmon-3414014.html 
2. https://www.facebook.com/SeputarWanitaDanKesehatan/posts/354006531396896
3.  http://www.bubblews.com/news/727592-milkfish-milkfish-tasty-and-healthy

Dua teratas di tulis dan diperbanyak oleh orang Indonesia, dan yang dibawah oleh orang Philiphina. Indonesia dan Philipina adalah negara dengan pendapatan terbanyak melalui export Bandeng (milkfish).

Kemudian, logika berdasarkan informasi diatas, pastinya kalau mengandung Omega 3 dan 6 tinggi otomatis, Bandeng pasti sama sehatnya dengan Salmon. Dalam artian lemak jahat dan kolesterolnya rendah, bisa digunakan sebagai nutrisi pencegah kolesterol..


So, ini fakta yang saya dapatkan berdasarkan info diatas , link berikut sudah proven, dan profesional memang meneliti , data protein dan nutrisi yang terkandung dalam makanan dan bahan makanan.





Silahkan di baca :

1. http://skipthepie.org/finfish-and-shellfish-products/fish-salmon-chinook-raw/compared-to/fish-milkfish-raw/
2. http://nutritiondata.self.com/facts/finfish-and-shellfish-products/4079/2
3. http://www.planetpace.com/food/nutrition-chart.php?cg=fish&foods=3acd

Tambahan lagi. Di site wikipedia yang khusus membahas minyak ikan sebagai nutrisi tambahan kesehatan melawan penyakit dalam darah seperti kolesterol stroke dkk, juga tidak terdapat ikan bandeng.
Baca disini : http://en.wikipedia.org/wiki/Fish_oil .

Kalau sudah Anda baca teliti dan perhatikan, ada kesamaan antara 3 artikel diatas yaitu :

1. Bandeng /Milkfish tidak mengandung Omega 3 (EPA,DHA,ALA) maupun Omega 6 :(
2. Bandeng termasuk ikan dengan kadar kolesterol tertinggi !

Wallahualam ..
3 link diatas memang memberikan data akurat, tapi pasti akan menimbulkan polemik bahwa Salmon adalah ikan pencitraan, akan tetapi bagi saya, sekalipun Bandeng adalah produk dalam negeri, sebaiknya sebelum memberikan klaim, mesti dilakukan penelitian yang benar seperti data yang di berikan 3 situs penelitian tadi, agar masyarakat tidak menelan bulat-bulat informasi yang belum jelas.

Masih berharap bandeng yang 40 ribuan lebih sehat di banding Salmon ? Iyalah saya juga hehehe...
Tapi lebih berharap BPPOM atau apalah namanya bisa memberikan data seputar bahan makanan lokal, sehingga kita bisa menggunakan itu sebagai rujukan.
~~~~~~~~~~~~~~~ Selamat Membaca ~~~~~~~~~~~


Berbagai Olahan Ikan Bandeng

Ikan bandeng adalah salah satu jenis ikan yang sering diolah menjadi berbagai macam varian makanan yang menggoda selera. Selain mudah didapat, rasanya juga oke lho, travelers. Menurut ahli gizi, ikan bandeng kaya akan omega-3 yang sangat bagus untuk kesehatan, seperti untuk meningkatkan imunitas tubuh, mencegah penggumpalan darah, mencegah penyakit jantung koroner, dan menurunkan kadar kolesterol. Memang sih, duri menjadi masalah klasik. Namun kalau sudah bersih, kamu pasti mau menyantapnya.
Yuk, kita cari tahu sama-sama, ikan bandeng sebenarnya bisa dijadikan olahan apa saja sih.
Bandeng Presto
Olahan ini pasti sudah tidak asing lagi. Namanya bandeng presto dan menjadi salah satu produk khas dari Semarang dan Pati. Bumbu yang digunakan juga sangat sederhana, yaitu garam, kunyit dan bawang putih. Cara memasak presto dilakukan dengan menggunakan uap air bertekanan tinggi. Alhasil duri ikan bandeng yang jumlahnya sangat banyak tekturnya menjadi lunak. Mungkin karena alasan inilah kenapa bandeng presto banyak penggemarnya. Travelers juga bisa membuatnya sendiri di rumah asalkan ada alat presto-nya.
.................................................................................................................................
Otak-otak Bandeng
Umumnya otak-otak dibuat dari ikan tenggiri yang dibungkus dengan daun pisang. Tapi kamu bisa menggantinya dengan ikan bandeng. Olahan ini banyak dijumpai di berbagai daerah dengan rasa yang menggugah selera sehingga cocok dijadikan lauk. Untuk membuatnya, daging ikan dihaluskan lalu diberi rempah-rempah. Setelah itu daging dimasukan kembali dalam kulit ikan lalu dipanggang dengan balutan daun pisang. Asap yang timbul akan menambah aroma dari otak-otak bandeng. Coba kamu santap dengan sambal dan nasi hangat, rasanya benar-benar sedap!
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
                                                 Siomay Bandeng


Siomay dari Bandung memang sangat terkenal. Umumnya siomay dibuat dari seafood, ayam, dan ikan. Nah kali ini, yang digunakan adalah ikan bandeng. Memang terdengar asing, tapi rasanya tidak kalah dengan yang sudah populer. Cara membuatnya juga tidak jauh beda. Duri-duri ikan dibersihkan terlebih dulu lalu digiling. Setelah ditambah dengan bumbu-bumbu lain, kamu bisa membuat siomay bandeng seperti jenis lain. Gampang kan? Coba bikin yuk!
...............................................................................................................................
Bandeng tanpa duri
Sudah bukan rahasia lagi kalau ikan bandeng punya duri sangat banyak dan kecil-kecil. Cara membuatnya dilakukan dengan mencabuti duri ikan satu per satu. Bisa dibayangkan ketelitian dan kecermatan yang dibutuhkan dalam pengolahannya. Karena kalau ceroboh, sisa duri  masih tetap bercokol disana. Bila duri sudah hilang, acara santap ikan bandeng pun makin asyik karena kita tidak perlu khawatir ada duri yang tersangkut di tenggorokan.


///////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
Bakso bandeng
Bahan untuk membuat bakso tidak hanya ayam, udang, dan daging sapi saja lho. Orang kreatif bisa memanfaatkan bahan yang ada dengan melakukan percobaan untuk mendapatkan takaran yang tepat hingga tercipta produk baru. Salah satunya adalah bakso bandeng. Ikan cukup dibersihkan dan digiling. Setelah ditambahkan berbagai bumbu dengan ukuran tertentu, campuran ini bisa dibentuk bulat-bulat hingga berbentuk bakso pada umumnya.
Wah, ternyata banyak juga ya, olahan ikan bandeng yang mampu menggoyang lidah? Serunya lagi, cara pembuatannya cukup sederhana dan bisa kamu lakukan di rumah. Sedaaaap!

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Goyang Lidah ......~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bandeng Presto

Bandeng Presto
Bandeng presto adalah makanan khas Indonesia yang berasal dari Kota Semarang, Jawa Tengah. Makanan ini dibuat dari ikan bandeng (Chanos chanos) yang dibumbui dengan bawang putih, kunyit dan garam. Asal mulanya ditemukan oleh Hanna Budimulya yang lahir di kota pati, Jawa Tengah dan akhirnya menjadi ikon besar Kota Semarang.
Ikan bandeng ini kemudian dimasak pada alas daun pisang dengan cara presto. Presto adalah cara memasak dengan uap air yang bertekanan tinggi. Makanan yang dimasak dengan cara ini diletakkan dalam panci yang dapat dikunci dengan rapat. Air yang berada di dalam panci ini kemudian dipanaskan hingga mendidih. Uap air yang timbul akan memasak makanan yang berada di dalam panci ini. Karena ikan bandeng terkenal memiliki banyak duri, bandeng presto adalah makanan yang digemari karena dengan cara masak presto duri-duri ini menjadi sangat lunak.
Perkembangannya

Bandeng Presto ditemukan pada tahun 1977 oleh Hanna Budimulya yang berkelahiran Pati.Pada awalnya Bandeng Presto dibuat dalam skala kecil untuk kalangan sempit saja. Namun karena digemari banyak orang, produksi Bandeng Presto semakin berkembang dan menjadi Oleh-oleh khas dari Kota Semarang.